Gubernur Muzakir Manaf dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD untuk Blok Andaman
BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, telah mencapai kesepakatan mengenai revisi Plane of Development (PoD) untuk Lapangan Gas Tengkulo yang terletak di Wilayah Kerja South Andaman. Kesepakatan ini menjadi langkah signifikan dalam pengembangan sumber daya energi di kawasan tersebut.
Kesepakatan Revisi PoD
Gubernur Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, menyatakan bahwa pihaknya bersedia untuk mengakomodir revisi PoD yang akan diajukan. Pernyataan ini disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. Menurut Nurlis, Gubernur tidak menolak proyek yang ditawarkan oleh Mubadala Energy sebagai investor utama untuk Lapangan Gas Tengkulo.
“Namun, ada beberapa aspek dalam PoD yang perlu diperbaiki agar tidak merugikan Aceh,” jelas Nurlis, menekankan pentingnya revisi ini untuk kepentingan masyarakat Aceh secara keseluruhan.
Rincian Pertemuan
Pertemuan antara Gubernur Mualem dan Kepala SKK Migas berlangsung di kantor SKK Migas di Jakarta pada Rabu malam, dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antara mereka terdapat Sekretaris Daerah M Nasir Syamaun dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Teuku Irsyadi. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam pengembangan proyek yang berpotensi besar ini.
Proses dan Infrastruktur
Menurut PoD yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas pada bulan Maret 2026, gas dan kondensat dari proyek ini akan diproses di FPSO (Floating Production Storage and Offloading) yang berlokasi di South Andaman. Setelah itu, hasilnya akan disalurkan ke Onshore Receiving Facilities (ORF) yang terletak di kawasan KEK Arun, Lhokseumawe.
Proses ini akan melibatkan Offshore Gas Pipeline yang menghubungkan FPSO dengan ORF, yang merupakan bagian penting dari infrastruktur pengolahan gas di Aceh.
Percepatan Komersialisasi
Mubadala Energy saat ini sedang mempersiapkan tender untuk pengadaan unit FPSO raksasa yang akan mempercepat komersialisasi gas di South Andaman. FPSO ini dirancang untuk memproses gas laut dalam sebelum didistribusikan melalui pipa. Dengan fungsi yang komprehensif, FPSO tidak hanya memproduksi dan mengolah migas, tetapi juga menyimpan dan menyalurkannya secara efisien.
Namun, Gubernur Mualem memiliki pandangan berbeda terkait pengolahan gas dan kondensat. Ia menginginkan agar semua proses ini dilakukan di darat, tepatnya di KEK Arun.
Keuntungan bagi Semua Pihak
“Kami mengusulkan agar skema penyaluran gas dilakukan langsung ke darat melalui onshore pipelining untuk diolah di KEK Arun,” ungkap Nurlis. Dengan cara ini, gas dan kondensat dapat diproses di Onshore Processing Facility (OPF) yang sudah tersedia di kawasan tersebut.
Tujuan Gubernur adalah memastikan bahwa Blok Andaman dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, tidak hanya Mubadala sebagai investor yang memperoleh keuntungan, tetapi juga Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan masyarakat Aceh.
Dampak Ekonomi
Lebih jauh lagi, Gubernur Muzakir Manaf berharap Blok Andaman dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh. “Pengolahan di darat akan sangat efektif untuk menghidupkan industri pupuk dan petrokimia lokal,” tegas Nurlis.
Selain itu, fasilitas darat diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dibandingkan dengan fasilitas terapung yang terisolasi di lepas pantai. Hal ini akan memberikan kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat setempat.
- Pengolahan di darat meningkatkan lapangan kerja lokal.
- Memperkuat industri pupuk dan petrokimia.
- Mendorong pertumbuhan sektor industri lainnya.
- Menciptakan multiplier effect ekonomi.
- Mendukung keberlanjutan ekonomi daerah.
Contoh Keberhasilan
Nurlis menambahkan bahwa ada contoh sukses dari pemindahan proses pengolahan gas dari laut ke darat, seperti yang terjadi di Blok Marsela yang terletak di Laut Arafuru, Maluku. Kepala SKK Migas juga mengkonfirmasi adanya pergeseran serupa yang telah dilakukan di lokasi lain.
Perencanaan Jumpa Pers
Menjelang pertemuan antara Gubernur Mualem dan Kepala SKK Migas, terdapat rencana untuk menggelar jumpa pers guna menjelaskan perkembangan Blok Andaman. SKK Migas telah mengundang Gubernur Mualem untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam acara tersebut.
Namun, Nurlis menjelaskan bahwa Gubernur merasa waktu untuk jumpa pers itu kurang tepat. “Beliau ingin memastikan bahwa proses Blok Andaman berjalan dengan baik sebelum melakukan pengumuman kepada publik. Pertimbangan utama adalah kenyamanan rakyat Aceh,” kata Nurlis.
Langkah Selanjutnya
Kesepakatan antara Gubernur Mualem dan Kepala SKK Migas menyatakan bahwa jumpa pers akan dilakukan setelah revisi PoD disepakati. Nurlis menjelaskan, “Setelah Gubernur menilai bahwa proyek Blok Andaman benar-benar menguntungkan bagi Aceh, baru beliau akan bersedia untuk menggelar jumpa pers dan menyampaikan informasi ini kepada masyarakat.”
Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan Blok Andaman dapat menjadi sumber daya yang tidak hanya menguntungkan bagi investor tetapi juga membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Aceh dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.



